Sabtu, 24 November 2012

WANITA CERDAS YANG DI JAMIN SURGA

UMMU SULAIM, WANITA CERDAS YANG DI JAMIN SURGA

Ia seorang wanita keturunan bangsawan dari kabilah Anshar suku Khazraj memiliki sifat keibuan dan berwajah manis menawan. Selain itu ia juga berotak cerdas penuh kehati-hatian dalam bersikap, dewasa dan berakhlak mulia, sehingga dengan sifat-sifatnya yang istimewa itulah pamannya yang bernama Malik bin Nadhar
melirik dan mempersuntingnya. Rumaisha Ummu Sulaim binti Milhan bin Khalid bin Zaid bin Malik adalah satu dari wanita saliha yang memiliki kedudukan istimewa di mata Rasulullah.

Pada saat Rasululllah menyerukan dakwah menuju tauhid, tanpa keraguan lagi Ummu Sulaim langsung memeluk agama Islam, dan tidak peduli akan gangguan dan rintangan yang kelak akan dihadapinya dari masyarakat jahili paganis.


Namun suaminya, Malik bin Nadhir sangat marah saat mengetahui istrinya telah masuk Islam. Dengan dada gemuruh karena emosi, ia berkata pada Ummu Sulaim: "Engkau kini telah terperangkap dalam kemurtadan!"


"Saya tidak murtad. Justru saya kini telah beriman," jawab Ummu Sulaim dengan mantap. Dan kesungguhan Ummu Sulaim memeluk agama Allah tidak hanya sampai di situ. Ia juga tanpa bosan berusaha melatih anaknya, Anas, yang masih kecil untuk mengucapkan dua kalimat syahadat.


Melihat kesungguhan istrinya serta pendiriannya yang tak mungkin tergoyahkan membuat Malik bin Nadhir bosan dan tak mampu mengendalikan amarahnya. Hingga ia kemudian bertekad untuk meninggalkan rumah dan tidak akan kembali sampai istrinya mau kembali kepada agama nenek moyang mereka. Ia pun pergi dengan wajah suram. Sayangnya, di tengah jalan ia bertemu dengan musuhnya, kemudian ia dibunuh..


Saat mendengar kabar kematian suaminya dengan ketabahan yang mengagumkan ia berkata, "Saya akan tetap menyusui Anas sampai ia tak mau menyusu lagi, dan sekali-kali saya tak ingin menikah lagi sampai Anas menyuruhku."


Setelah Anas agak besar, Ummu Sulaim dengan malu-malu mendatangi Rasulullah dan meminta agar beliau bersedia menerima Anas sebagai pembantunya. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam pun menerima Anas dengan rasa gembira. Dan dari semua keputusannya itu, Ummu Sualim kemudian banyak dibicarakan orang dengan rasa kagum.


Dan seorang bangsawan bernama Abu Thalhah tak luput memperhatikan hal itu. Dengan rasa cinta dan kagum yang tak dapat disembunyikan tanpa banyak pertimbangan ia langsung melangkahkan kakinya ke rumah Ummu Sulaim untuk melamarnya dan menawarkan mahar yang mahal. Namun di luar dugaan, jawaban Ummu Sulaim membuat lidahnya menjadi kelu dan rasa kecewanya begitu menyesakkan dada, meski Ummu Sulaim berkata dengan sopan dan rasa hormat,


"Tidak selayaknya saya menikah dengan seorang musyrik, ketahuilah wahai Abu Thalhah bahwa sesembahanmu selama ini hanyalah sebuah patung yang dipahat oleh keluarga fulan. Dan apabila engkau mau menyulutnya api niscaya akan membakar dan menghanguskan patung-patung itu."


Perkataan Ummu Sulaim amat telak menghantam dadanya. Abu Thalhah tak percaya dengan apa yang ia lihat dan ia dengar. Namun itu semua merupakan realita yang harus ia terima. Abu Thalhah bukanlah orang yang cepat putus asa. Dikarenakan cintanya yang tulus dan mendalam terhadap Ummu Sulaim, di lain kesempatan ia datang lagi menjumpai ibunda Anas dan mengiming-iming mahar yang lebih wah serta kehidupan kelas atas.


Sekali lagi, Ummu Sulaim muslimah yag cerdik dan pintar ini tetap teguh dengan keimanannya. Sedikit pun ia tidak tergoda oleh kenikmatan dunia yag dijanjikan oleh Abu Thalhah. Baginya kenikmatan Islam akan lebih langgeng daripada seluruh kenikmatan dunia. Masih dengan penolakanya yang halus ia menjawab, "Sesungguhnya saya tidak pantas menolak orang yang seperti engkau, wahai Abu Thalhah. Hanya sayang engkau seorang kafir dan saya seorang muslimah. Maka tak pantas bagiku menikah denganmu. Coba Anda tebak apa keinginan saya?"


"Engkau menginginkan dinar dan kenikmatan," kata Abu Thalhah. "Sedikitpun saya tidak menginginkan dinar dan kenikmatan. Yang saya inginkan hanya engkau segera memeluk agama Islam," tukas Ummu Sualim tandas.


"Tetapi saya tidak mengerti siapa yang akan menjadi pembimbingku?" Tanya Abu Thalhah. "tentu saja pembimbingmu adalah Rasululah sendiri," tegas Ummu Sulaim.


Maka Abu Thalhah pun bergegas pergi menjumpai Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam yang mana saat itu tengah duduk bersama para sahabatnya. Melihat kedatangan Abu Thalhah, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam berseru, "Abu Thalhah telah datang kepada kalian, dan cahaya Islam tampak pada kedua bola matanya."


Ketulusan hati Ummu Sulaim benar-benar terasa mengharukan relung-relung hati Abu Thalhah. Ummu Sulaim hanya akan mau dinikahi dengan keislamannya tanpa sedikitpun tegiur oleh kenikmatan yang dia janjikan. Wanita mana lagi yang lebih pantas menjadi istri dan ibu asuh anak-anaknya selain Ummu Sulaim? Hinnga tanpa terasa di hadapan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam lisan Abu Thalhah basah mengulang-ulang kalimat, "Saya mengikuti ajaran Anda, wahai Rasulullah. Saya bersaksi, bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusanNya."


Ummu Sulaim tersenyum haru dan berpaling kepada anaknya Ana, "Bangunlah wahai Anas."


Menikahlah Ummu Sulaim dengan Abu Thalhah, sedangkan maharnya adalah keislaman suaminya. Hingga Tsabit –seorang perawi hadits- meriwayatkan dari Anas, "Sama sekali aku belum pernah mendengar seorang wanita yang maharnya lebih mulia dari Ummu Sulaim, yaitu keislaman suaminya." Selanjutnya mereka menjalani kehidupan rumah tangga yang damai dan sejahtera dalam naungan cahaya Islam.


Abu Thalhah sendiri adalah seorang konglomerat nomor satu dari kabilah Anshar. Dan harta yang paling dia cintai yaitu tanah perkebunan "Bairuha". Tanah perkebunan itu letaknya persis menghadap masjid. Dan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam sendiri pernah minum air segar yang ada di lokasi itu, sampai kemudian turun ayat yang berbunyi:


"Sekali-kali belum sampai pada kebaktian yang sempurna sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai." (Ali Imran:92)


Mendengar ayat ini, kontan Abu Thalhah menghadap Rasulullah. Setelah membacakan ayat tadi Abu Thalhah melanjutkan, "Dan sesungguhnya harta yang paling saya cintai adalah tanah perkebunan Bairuha. Saat ini tanah itu saya sedekahkan untuk Allah dengan harapan akan mendapatkan ganjaran kebaikan dari Allah kelak. Maka pergunakanlah sekehendak Anda, wahai Rasulullah."


Dan bersabdalah Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam, "Bakh, bakh itu adalah harta yang menguntungkan dan saya telah mendengar perkataanmu tentang harta itu dan saya sekarang berpendapat sebaiknya engkau bagi-bagikan tanah itu untuk keluarga kalian."


Abu Thalhah pun menuruti perintah Rasululah dan membagi-bagikan tanah itu kepada sanak familinya dan anak keturunan pamannya. Tak berapa lama Alah memuliakan seorang anak laki-laki kepada pasangan berbahagia itu dan diberi nama Abu Umair. Suatu kali burung kesayangan Abu Umair mati sehingga Abu Umair menangis dengan sedih. Saat itu lewatlah Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam di hadapannya. Melihat kesedihan Abu Umair, Rasulullah segera menghibur dan bertanya, "Wahai Abu Umair apa gerangan yang diperbuat oleh burung kecil?"


Namun takdir Allah memang tak mampu diduga. Allah subhanahu wa ta’ala kembali ingin menguji kesabaran pasangan sabar ini. Tiba-tiba saja, bocah mungil mereka Abu Umair jatuh sakit sehingga ayah dan ibunya dibuat cemas dan repot. Padahal ia adalah putra kesayangan Abu Thalhah. Jika ia pulang dari pasar, yang pertama kali ditanyakan adalah kesehatan dan keadaan putranya dan ia belum mereasa tenang bila belum melihatnya. Tepat pada waktu sholat, Abu Thalhah pergi ke masjid. Tak lama setelah kepergiannya, putranya Abu Umair menghembuskan nafas terakhir.


Ummu Sulaim memang seorang ibu mukminah yang sabar. Ia menerima peristiwa itu dengan sabar dan tenang. Ummu Sulaim lantas menidurkan putranya di atas kasur dan berujar berulang-ulang, "Innaa lillahi wa inna ilaihi rrji’un." Dengan suara berbisik ia berkata kepada sanak keluarganya, "Jangan sekali-kali kalian memberitahukan perihal putranya pada Abu Thalhah sampai aku sendiri yang memberitahunya."


Sekembalinya Abu Thalhah, alhamdulillah, air mata kesayangan Ummu Sulaim telah mongering. Ia menyambut kedatangan suaminya dan siap menjawab pertanyaannya.


"Bagaimana keadaan putraku sekarang?"


"Dia lebih tenang dari biasanya." Jawab Ummu Sulaim dengan wajar.


Abu Thalhah merasa begitu letih hingga tak ada keinginan menengok putranya. Namun hatinya turut berbunga-bunga mengira putranya dalam keadaan sehat wal afiat. Ummu Sulaim pun menjamu suaminya dengan hidangan yang istimewa dan berdandan serta berhias dengan wangi-wangian, membuat Abu Thalhah tertarik dan mengajaknya tidur bersama.


Setelah suaminya terlelap, Ummu Sulaim memuji kepada Allah karena berhasil menentramkan suaminya perihal putranya, karena ia menyadari Abu Thalhah telah mengalami keletihan seharian, sehingga ia amembiarkan suaminya tertidur pulas.


Menjelang subuh, baru Ummu Sulaim berbicara pada suaminya, seraya bertanya, "Wahai Abu Thalhah apa pendapatmu bila ada sekelompok orang meminjamkan barang kepada tetangganya lantas ia meminta kembali haknya. Pantaskan jika si peminjam enggan mengembalikannya?"


"Tidak," jawab Abu Thalhah.


"Bagaimana jika si peminjam enggan mengembalikannya setelah menggunakannya?" "Wah, mereka benar-benar tidak waras," Abu Thalhah menukas.


"Demikian pula putramu. Allah meminjamkannya pada kita dan pemiliknya telah mengambilnya kembali. Relakanlah ia," kata Ummu Sulaim dengan tenang. Pada mulanya Abu Thalhah marah dan membentak, "Kenapa baru sekarang kau beritahu, dan membiarkan aku hingga aku ternoda (berhadats karena berhubungan suami istri)?"


Dengan rasa tabah Ummu Sulaim tak henti-henti mengingatkan suaminya hingga ia kembali istirja dan memuji Allah dengan hati yang tenang.


Pagi-pagi buta sebelum cahaya matahari kelihatan penuh, Abu Thalhah menjumpai Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam dan menceritakan kejadian itu. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, "Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan barakah pada malam pengantin kalian berdua."


Benar saja Ummu Sulaim lantas mengandung lagi dan melahirkan seorang anak yang diberi nama Abdullah bin Thalhah oleh Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam. Dan subhanallah barakahnya ternyata tak hanya sampai di situ. Abdullah kelak di kemudian hari memiliki tujuh orang putra yang semuanya hafizhul Qur’an. Keutamaan Ummu Sulaim tidak hanya itu, Allah subhanahu wa ta’ala juga pernah menurunkan ayat untuk pasangan suami istri itu dikarenakan suatu peristiwa. Sampau Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam menggembirakannya dengan janji surga dalam sabdanya


"Aku memasuki surga dan aku mendengar jalannya seseorang. Lantas aku bertanya "Siapakah ini?" Penghuni surga spontan menjawab "Ini adalah Rumaisha binti Milhan, ibu Anas bin Malik."
 
Sumber :  http://shintanusi.blogspot.com/2012/06/kisah-wanita-solehah-dari-kaum-anshar.html

Rabu, 12 September 2012

Suatu Amalan yang Menjadi Rahasia Sukses Bos Kebab Baba Rafi


Hendi Setiono, Bos Kebab Baba Rafi

Hendi memulai bisnisnya di usia 20 tahun setelah men-DO-kan diri Jurusan Teknik Informatika ITS. Modalnya Rp 4 juta. ‘’Duit pinjaman arek-arek dan saudara,” katanya. Tentu tidak jreng langsung sukses seperti sekarang. ‘’Saya pernah jatuh bangun, bakan berdarah-darah.”

Kini Karyawannya mencapai 700 orang, 200 diantaranya berpendidikan S1 hingga S2. Omzetnya puluhan miliar, dan 25% di antaranya masuk kantong Hendi sebagai laba bersih. Kebabnya juga menjangkau Malaysia, lewat bendera Baba Rafi Malaysia Sdn Berhad.

Rahasia suksesnya

Salah satu ‘’10 Tokoh Pilihan 2006’’ versi majalah Tempo ini menyebut satu amalan penting: sedekah. Ini pun bukan sembarang sedekah, melainkan jurus sedekah khas Wisatahati asuhan Ustadz Yusuf Mansur.

“Saya yakin istilah ‘inden rezeki’. Orang biasanya membayar zakat 2,5 persen dari keuntungan. Saya membaliknya, sebelum ada untung, harus bayar zakat dulu,” ungkap Hendi yang rutin bersedekah ke tujuh yayasan yatim-piatu. “Pokoknya, kalau omzet turun, kita hajar dengan sedekah,” ia menegaskan.

Dengan kesadaran itu pula, Hendi hampir tak pernah menghambur-hamburkan uang untuk hobi yang hedonis semisal clubbing di tempat hiburan malam.

“Kalau jalan-jalan ke mal, itu rutin. Tapi, saya dan keluarga tidak konsumtif. Paling-paling hanya lihat tren fashion saat ini untuk diterapkan ke bisnis saya. Misalnya, untuk desain pakaian karyawan dan outlet-outlet,” ujar pria kelahiran 30 Maret 1983 ini.

Ingin lebih banyak membantu sesama, bapak dari Rafi Darmawan, Reva Audrey Sahira, dan Ready Enterprise ini lebih suka memakai uangnya untuk melebarkan sayap bisnis. Misalnya, dia kini merintis gerai Roti Maryam Aba-Abi, roti khas Timur Tengah. Sekarang sudah puluhan outlet di Jawa Timur.

Salah satu ‘’Duta Mandiri’’ ini juga mendirikan Baba Rafi Palace. Sudah ada dua pondokan megah yang disewakan di Surabaya. “Di Siwalankerto, ada 18 kamar dengan tarif Rp 700 ribu per bulan per kamar. Lalu di Prapanca ada 16 kamar, tarifnya Rp 1,2 juta per bulan,” ia mengungkapkan.

Perjalanan Sang Tuna Wisma Menjadi Miliarder


Chris Gardner Lahir di Milwaukee, Winconsin pada 9 Februari 1954, dengan nama lengkap Christopher Gardner kehidupannya dimulai dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Dia satu-satunya anak laki-laki dalam keluarganya, yang diasuh oleh orangtua tunggal, yaitu ibunya. 

Ibunya yang bekerja sebagai guru dan juga mengambil berbagai pekerjaan sambilan masih saja tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarga. Ayah, adalah pribadi yang tidak pernah ia kecap dan itu sangat mempengaruhi kehidupannya. Dalam pertumbuhannya, Gardner berpindah dari rumah saudara ke rumah panti asuhan. Hingga Gadner memasuki sekolah militer, Gadner baru tahu bahwa tempat terburuk di dunia ini adalah rumah dimana ia tinggal bersama ibunya dan ayah tirinya. Penyiksaan yang diterimannya dari ayah tirinya ternyata lebih kejam dari pada disiplin militer Amerika Serikat.

Setelah putus sekolah tinggi, Gardner berbohong tentang usia dan bergabung dengan US Navy. Ia berharap untuk menjadi seorang tenaga medis dan bisa keliling dunia, tetapi itu tidak pernah dicapainya. Ia hanya sampai di North Carolina. Namun, pengalaman itu memperkenalkan Gardner ke ahli bedah jantung, yang kemudian mempekerjakan Gardner sebagai asisten penelitian klinis di University of California Medical Centre di San Francisco. Gardner menikmati pekerjaan, tetapi ia hanya memiliki penghasilan $ 7,400 per tahun dan ia ingin lebih.

Gardner bermain-main dengan gagasan untuk menjadi seorang dokter, tapi ia memutuskan bahwa tahun-tahun melunasi pinjaman untuk sekolah medis bukanlah untuk dia. Sebaliknya, ia menjadi penjual alat medis, dengan penghasilan $ 16.000 per tahun. Dia memuat peralatan ke mobilnya pada suatu hari dan sesuatu terjadi yang akhirnya mengubah kehidupan Gardner untuk selamanya. Ia melihat Ferrari merah terang dan langsung jatuh cinta pada semua yang diwakilinya. “Saya bertanya kepada pria pemilik Ferrari itu dua pertanyaan,” kenang Gardner. “Salah satunya, ‘Apa yang Anda lakukan?’ Yang kedua adalah,’ Bagaimana Anda melakukan itu? ‘”

Seperti sudah ditakdirkan, pengemudi Ferrari adalah seorang pialang saham. Ketika Gardner mendengar bahwa orang itu berpenghasilan lebih dari $ 80.000 sebulan, ia memutuskan bahwa menjadi pialang saham adalah masa depannya. Dia tidak punya pendidikan, tidak ada pengalaman, dan tidak ada koneksi, tapi itu tidak menghentikan Gardner dari mencapai mimpi barunya.


Banyak Kemalangan

Kemalangan hidup yang dialami bersama anaknya justru kian bertambah pasca kepergian istrinya. Tagihan pajak yang belum dibayar membuat pihak IRS menyita uang tabungan Chris Gardner. Kemudian dia juga diusir dari apartemen karena menunggak pembayaran. Mobil satu-satunya milik Chris Gardner pun diamankan karena Chris tidak membayar uang parkir.

Chris Gardner tetap tegar dan mencoba mendaftar pelatihan untuk menjadi pialang saham pada perusahaan pialang saham Dean Witter. Pada pelatihan itu Chris tidak mendapatkan bayaran. Dia bersama 19 orang peserta lainnya bersaing untuk menjadi satu orang yang akan dinyatakan lulus dan dapat bekerja di perusahaan tersebut. Kali ini dia menjadi pemenangnya, sebagai satu-satunya orang yang terpilih menjadi pialang.

Pada tahun 1983 bergabung dengan Bear, Stearns & Company. Setelah menjadi seorang penjual dengan penjualan tertinggi di San Francisco dan kemudian di New York, Gardner keluar dan Pada tahun 1987, Chris Gardner mendirikan perusahaan pialang, Gardner Rich & Co, di Chicago, Illinois, sebuah perusahaan pialang yang mengkhususkan diri dalam pelaksanaan utang, ekuitas dan transaksi produk-produk derivatif untuk beberapa lembaga terbesar negara, pensiun publik dan serikat pekerja .” Perusahaan baru itu

dimulai nya di apartemen kecil Presidential Towers, dengan modal awal sebesar $ 10.000 dan perabot: meja kayu yang berfungsi sebagai meja makan keluarga. Gardner dilaporkan memiliki 75 persen dari perusahaan pialang saham dengan sisanya dimiliki oleh perusahaan hedge fund. Dia memilih nama “Gardner Rich” untuk perusahaannya karena ia menganggap Marc Rich, pedagang komoditi yang diampuni oleh mantan presiden Bill Clinton pada tahun 2001, “sebagai salah satu perusahaan berjangka yang paling sukses di dunia.”

Setelah Gardner menjual sahamnya di Gardner, dalam kesepakatan jutaan dolar pada 2006, ia menjadi CEO dan pendiri dari Christopher Gardner International Holdings, dengan kantor di New York, Chicago, dan San Francisco. Selama kunjungannya ke Afrika Selatan untuk mengamati pemilu saat Peringatan 10 tahun berakhirnya apartheid, Gardner bertemu dengan Nelson Mandela untuk membicarakan kemungkinan investasi di Afrika Selatan dan pasar-pasar baru seperti ditunjukkan dalam otobiografinya pada 2006. Gardner dilaporkan mengembangkan usaha investasi dengan Afrika Selatan yang akan menciptakan ratusan pekerjaan bagi jutaan orang. Gardner menolak mengungkapkan rincian proyeknya sambil mengutip undang-undang sekuritas.

Pahit manisnya kehidupan tampaknya sudah dirasakan olehnya. Kehilangan tempat tinggal, ditinggal istri, ditangkap polisi, kesulitan membayar kredit, semuanya sudah dirasakan. Dia bukanlah seorang yang berpendidikan tinggi, tapi dia terus berusaha dan berjuang. Kini dia menjadi seorang milyuner sukses, motivator, entrepeneur dan filantropis. Sekarang dia mempunyai Gardner Rich & Co, sebuah perusahaan pialang saham.

Seorang yang Dermawan

Belajar dari perjalanan hidupnya yang lumayan rumit dan penuh liku, dia terinspirasi memberikan motivasi kepada orang lain, agar mereka belajar dari kisah hidupnya. Dia selalu menekankan tentang kunci pemberdayaan diri, mengalahkan ketidakmungkinan dan memecahkan rutinitas. Gardner juga seorang dermawan yang murah hati dan berdedikasi ke banyak organisasi organisasi amal. 
Gardner mengulurkan tangannya ke banyak program untuk melayani orang tanpa rumah, memberikan waktunya, pertolongan, dan dana. Terbanyak diantaranya adalah gereja Glide United Methodist di San Francisco dan The Cara Program di Chicago. Di Glide, Gardner menolong pengumpulan dana, menyumbangkan pakaian pakaian dan sepatu sepatu, dan berbicara pada pelayanan pelayanan dan acara acara khusus.

Dia juga terlibat di sebuah rencana untuk me revitalisasi dan menyediakan perumahan di sekitar Glide. Di Cara, tempat untuk membantu tuna wisma dan di tempat dengan populasi beresiko tinggi seperti Chicago dengan program program pelatihan bekerja dan penempatan, Gardner berbicara di sesi konseling, membantu dengan penempatan pekerjaan, dan juga menyumbangkan pakaian dan sepatu sepatu.

Gardner melayani sebagai anggota dewan dari National Fatherfood, dimana misinya adalah untuk memajukan kesejahteraan anak anak dengan meningkatkan proporsi anak anak yang sedang tumbuh dengan ayah yang terlibat, bertanggung jawab dan ayah yang berkomitmen. Gardner adalah salah satu dari grup yang menerima penghargaan sebagai Father of the Year Award pada tahun 2002.

Gardner terutama sekali berkomitment kepada organisasi pendidikan. Dia melayani sebagai anggota dewan dari National Education Foundation dan memberikan sponsor dua penghargaan tahunan: the National Education Association’s National Educational Support Personnel Award and the American Federation of Teachers’ Paraprofessionals and School-Related Personnel (PSRP) Award. Dia juga ikut terlibat dengan serikat guru di Chicago, memberikan sponsor untuk aktivitas aktivitas dan piknik atau study tour untuk sekolah publik bagi anak anak di Chicago.

Selain dari penghargaan tahunan sebagai ayah teladan, Gardner juga diberikan penghargaan oleh komisi penyerangan terhadap wanita di Los Angeles(LACAAW) dengan penghargaan 25th Annual Humanitarian Award, dan oleh Continental Africa Chamber of Commerce with the 2006 Friends of Africa Award.

Cerita yang mengagumkan dari perjuangan Chris Gardner, kepercayaan, jiwa kewirausahaan dan devosi seorang ayah telah melontarkan ia jauh dari kemasyuran yang ia temukan di Wall Street (tempat bursa efek seperti BEJ).

Dia telah di wawancarai di acara “Evening News with Dan Rather,” “20/20,” “Oprah,” “Today Show,” “The View,” “Entertainment Tonight,” CNN, CNBC, Fox News Channel dan juga menjadi subjek berita sebagai profil di banyak surat kabar dan majalah termasuk People, USA Today, Associated Press, New York Times, Fortune, Jet, Reader’s Digest, Trader Monthly, Chicago Tribune, San Francisco Chronicle, The New York Post dan the Milwaukee Journal Sentinel. Dia juga menjadi pembicara motivasi yang sering dicari. ins

Cara suskes Chris Gardner
  1. Lakukan apa yang Anda sukai, meski yang lain tidak menyetujuinya. Sering kali kita mendengar pendapat orang lain yang akhirnya malah membuat kita down. Bukannya semangat berbisnis, kita malah jadi takut kalau rencana kita tidak disetujui orang lain. Well, ANDA-lah yang akan berbisnis, dan kalau orang lain tidak suka dengan rencana Anda, itu masalah mereka, bukan Anda.
  2. Lakukan hal yang Anda sukai, namun tetaplah realistis. Gardner bilang, hal tersulit yang pernah orang tanyakan ke saya adalah "Pilih mana:  hal yang kita cintai atau hal yang praktikal". Hal yang praktikal maksudnya hal yang secara gampang menghasilkan uang. "Saya tidak bisa menjawabnya. Sebab saya harus melakukannya.Saya sangat mencintai karir saya di financial services, tapi saya juga mencintai kegiatan menafkahi anak saya."
  3. Bangunlah bisnis Anda sendiri, janganberpikir satu-satunya cara sukses adalah dengan bekerja di perusahaan.
  4. Buat perencanaan. Jangan hanya bergantung pada keyakinan saja.Buatlah perencanaan yang jelas, menarik & konsisten. Yang paling penting: Anda harus berkomitmen pada usaha Anda. Sering sekali orang hanya semangat pada awalnya saja.
  5. Gunakan kelebihan Anda. Apakah Anda pintar meyakinkan orang, berbakat dengan hal-hal teknikal, semua bakat dan keahlian itu bisa dengan gampang Anda gunakan untuk banyak bidang pekerjaan dan aneka industri.
  6. Mandirilah, dan jaga diri Anda sendiri. Jangan mengharapkan bantuan dari saudara, teman, atau siapapun juga.Dalam berbisnis, hal-hal buruk bisa terjadi, meski begitu, Anda harus cukup kuat untuk mengangkat diri Anda sendiri.
  7. Ingatlah mana yang benar-benar penting. Di Amerika banyak orang bekerja untuk mendapatkan harta benda, kata Gardner. Sekarang, semua orang harusnya focus pada hal yang benar-benar penting:  keluarga dan teman-teman.
  8. Sekecil dan selambat apapun berkembangnya usaha Anda, tetap saja itu perkembangan yang berarti. Selama usaha Anda ada kemajuan, meski kecil, semua itu berarti.Jangan gampang menyerah dan patah semangat!

http://kolom-biografi.blogspot.com/2012/01/biografi-chris-gardner.html
http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=d7d4ba0c740bf7ebc704d8be939bcd57&jenis=e4da3b7fbbce2345d7772b0674a318d5

Rabu, 23 Mei 2012

Tak Jadi Artis Lagi, Shinta dan Jojo Pilih Bisnis Butik

APA kabar duo Shinta dan Jojo?

Lama menghilang dari hingar bingar dunia hiburan, duo yang melejit lewat video lypsinc di situs Youtube sama sekali tak berhenti berkarya.

Bedanya, kali ini Shinta dan Jojo tak lagi berkiprah di dunia hiburan untuk menelurkan single atau terlibat dalam penggarapan iklan dan sinetron. Keduanya justru sibuk dengan aktivitas baru di dunia bisnis.

"Kita berdua memang lagi sibuk bisnis sih, lagi buka butik kecil-kecilan di Bandung," ucap Shinta saat ditemui di Planet Hollywood, Jakarta Selatan, Selasa (22/5) malam.

Shinta dan Jojo tak menyesal harus melepas imej mereka sebagai selebriti demi berbisnis. Menurut mereka, dunia hiburan bukanlah prioritas utama bagi pelantun "Keong Racun" ini.

"Sebenarnya kita enggak terlalu berambisi (jadi artis), kita ini kan hanya manusia biasa bukan artis juga, hahaha," tambah Jojo.

Afgan lirik bisnis online store dan kafe

Kenal dengan Afgan? Selama ini, artis yang satu ini lebih dikenal dengan profesinya sebagai penyanyi.

Namun, jangan salah lho. Ternyata, pria bernama lengkap Afgansyah Reza ini telah menyiapkan masa depannya dengan berbisnis.

Bisnis apa ya kira-kira?

Menurut Afgan, dirinya belajar bisnis pakaian yang dipasarkan melalui Internet (online store) dan kafe.

Penyanyi berkacamata ini telah merintis online store miliknya bersama salah anggota keluarganya.

Keterlibatan Afgan dalam bisnisnya itu lumayan berpengaruh. Selain bertindak sebagai investor, penyanyi kelahiran Jakarta, 27 Mei 1989 ini juga aktif berpikir menyusun strategi supaya produknya bisa laku di pasaran.

“Strategi bisnis biasanya kami [bersama sang kakak] pikir secara bareng-bareng,” katanya di Bandung beberapa waktu lalu.

Setelah bisnis online store, saat ini Afgan sedang menyiapkan kafe. Konsep kafe yang sedang disiapkan adalah lebih santai karena konsep itulah yang mayoritas dicari penikmat kafe.

“Sekarang aku dengan kakak sedang mikirin rencana bikin launch and cafe,” tuturnya.

Terjunnya Afgan ke dunia bisnis itu disebabkan boleh dikatakan untuk investasi masa depan. Investasi ke dunia usaha dinilai menguntungkan bila dibandingkan dengan berfoya-foya.

Itu bukan isapan jempol belaka. Afgan rajin menyisakan hasil jerih payahnya di dunia menyanyi dengan cara menabung.

“Aku pokoknya rajin menabung. Selain untuk bekal masa depan, tabungan itu juga untuk investasi bisnis yang akan aku jalani,” ujar pelantun Terima Kasih Cinta ini.(K30/yri)

Yuni Shara Bisnis Batubara untuk Biayai Sekolah Anak


Bekerja di dunia hiburan dianggap tak bisa bertahan lama. Para selebriti pun berlomba mencari bisnis sampingan yang bisa menunjang masa depan. Begitu pula dengan Yuni Shara yang menekuni bisnis batubara.

"Ini tambahan rejeki. Ini jangka panjang untuk saya. Nyanyi kan ada waktu habisnya juga. Bisnis kuliner juga jalan. Mudah-mudahan berkah terus. Keinginan saya paling tinggi adalah menyiapkan sarana untuk anak-anak saya," ujar Yuni saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (24/4/2012) malam.

Anak-anak memang menjadi fokus perhatian Yuni. Ia pun menjalani bisnis batubara itu dengan harapan bisa menyekolahkan kedua anaknya ke luar negeri.

"Semuanya penuh perhitungan. Butuh modal, sekolah yang tinggi di luar negeri sedini mungkin. Selagi bisa saya siapkan untuk anak-anak, termasuk asuransi, supaya nggak merepoti orang lain," sambungnya.

Yuni pun mengaku sudah menekuni bisnis ini sejak lama. Ia belajar sendiri sampai sekarang bisa berjalan dengan lancar.

"Pekerjaan itu memang udah diatur dan kebetulan. Udah tiga tahun lebih kok. Cuma saya nggak pernah bilang-bilang ya. Saya anak ekonomi ya, kalau bisa mendapatkan hasil sebanyak-banyaknya dengan modal sedikit, ya kenapa enggak. Kita harus menjemput rejeki itu," pungkasnya.

Sukses Turun 95 Kg Setelah Dijuluki Wanita Balon Udara

Naik balon udara adalah impian dari ibu tiga anak bernama Jane Qualthrough. Sayangnya ia tidak diizinkan naik lantaran kelebihan berat badan. Momen ini menjadi penyadar bagi dirinya yang selama ini merasa nyaman dengan tubuhnya yang obesitas.

Kejadian ini berlangsung saat dirinya pergi liburan ke Australia bersama putrinya 3 tahun lulu. Saat hendak menaiki balon udara, ia dijelaskan bahwa berat tubuhnya yang 175 kg akan membuat balon udara tidak bisa naik.

"Kejadian yang memalukan. Ada foto diriku dengan latar balon udara saat itu. Aku si Ibu Balon Udara," ujarnya kepada Dailymail. Kejadian ini membuat wanita yang berusia 48 tahun tersebut merenung, berniat ingin menurunkan berat badan dan mengubah gaya hidup.

Diakuinya pula, sejak berpisah dari mantan suaminya 12 thttp://www.blogger.com/img/blank.gifahun yang lalu, ia memiliki tiga anak, Joshua (23), Jasmine (20) dan Maxine (18). Ia depresi dan jatuh cinta pada makanan. Menghabiskan sehari-hari menghabiskan biskuit dan es krim sambil nonton TV. Ia juga mengatakan bahwa ia membenci dirinya sendiri dan ingin mati.

Sejak kejadian balon udara, ia bertekad untuk makan sehat dan berolahraga. Alhasil dalam kurun waktu 14 bulan, ia berhasil memangkas 95 kg dari tubuhnya. Tubuhnya yang lebih ramping membuat dirinya lebih percaya diri dan menemukan pria idamannya, Barry Uran bulan Agustus lalu.

Kini dengan bobot 76 kg, ia merasa seperti berumur 18 tahun lagi dan menjadi wanita yang beruntung. "Empat tahun lalu aku siap mati, dan kini hidupku baru saja dimulai.


sumber
Alkin System